Sudah pasang iklan di mana-mana, turunin harga sewa, tapi tetap saja properti kamu belum juga ada yang tertarik? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak pemilik properti yang mengalami hal serupa dan sering kali tidak sadar kalau masalahnya justru ada di hal-hal mendasar yang sering diabaikan.
Kenapa Properti Kamu Sepi Penyewa? Cek Dulu 5 Penyebab Ini

Dalam artikel ini, kita akan bahas 5 alasan utama kenapa properti kamu sulit disewa, lengkap dengan solusi praktis yang bisa langsung kamu terapkan. Simak baik-baik, siapa tahu salah satunya terjadi di properti kamu sekarang!
1. Lokasi yang Kurang Strategis atau Sulit Diakses
Tidak Semua Lokasi Punya Nilai Sewa Tinggi
Lokasi tetap menjadi faktor nomor satu dalam penyewaan properti. Meskipun kamu punya bangunan bagus dengan fasilitas lengkap, jika lokasinya sulit dijangkau, jauh dari fasilitas umum, atau rawan banjir, calon penyewa akan berpikir dua kali.
Contoh Kasus
Bayangkan kamu menyewakan rumah di ujung gang sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor, tanpa akses transportasi umum. Sulit kan menarik penyewa keluarga atau pekerja?
Solusinya
- Pastikan kamu menyebutkan akses alternatif dan fasilitas terdekat di iklan (minimarket, halte, sekolah).
- Jika memungkinkan, pasang petunjuk jalan atau peta digital di listing kamu.
- Tambahkan nilai tambah seperti parkiran motor/ mobil tambahan atau layanan antar-jemput jika kamu menyewakan ke karyawan/pelajar.
2. Harga Sewa Tidak Kompetitif
Terlalu Mahal untuk Fasilitas yang Ditawarkan
Calon penyewa cenderung membandingkan harga dengan properti serupa di lokasi sekitar. Jika harga sewa kamu jauh lebih tinggi, sementara fasilitasnya standar, jangan heran kalau properti kamu sepi.
Data Pendukung
Menurut riset Rumah123 tahun 2024, harga sewa ideal berada di angka 80-90% dari harga pasaran, bukan 100% lebih, apalagi jika fasilitasmu belum diperbarui.
Solusinya
- Riset harga properti sewa sejenis di platform seperti OLX, Rumah123, atau Marketplace.
- Jika kamu tidak bisa menurunkan harga, naikkan value-nya dengan menambahkan AC, furnitur, atau Wi-Fi gratis.
3. Foto Iklan Kurang Menarik
Foto Gelap dan Berantakan Bisa Jadi Pengusir Calon Penyewa
Iklan properti yang tidak dilengkapi foto yang bagus bisa langsung di-skip oleh calon penyewa. Ini sering diremehkan, padahal visual adalah daya tarik pertama sebelum mereka klik lebih lanjut.
Storytelling Singkat
Seorang teman menyewakan apartemen di Jakarta Barat. Setelah mengganti semua foto menggunakan kamera HP dengan pencahayaan siang hari dan menata ulang ruangan sebelum foto, listing-nya langsung dapat 3 calon penyewa dalam 5 hari.
Solusinya
- Ambil foto di siang hari dengan cahaya natural.
- Bersihkan dan tata ruangan sebelum difoto.
- Tampilkan bagian penting: kamar, kamar mandi, dapur, dan tampilan luar (parkiran, halaman).
4. Kurangnya Promosi di Platform yang Tepat
Jangan Cuma Andalkan Satu Platform
Kalau kamu hanya mengiklankan di satu platform atau bahkan hanya lewat status WhatsApp, kamu kehilangan banyak potensi penyewa.
Contoh
Properti di Jogja yang hanya dipromosikan lewat brosur manual akhirnya bisa disewa hanya setelah dipasang di grup Facebook, OLX, dan WhatsApp Group mahasiswa.
Solusinya
- Gunakan berbagai platform iklan gratis: Facebook Marketplace, OLX, Rumah123, Mamikos (untuk kos), dan grup lokal.
- Buat caption menarik dan jelaskan manfaat secara ringkas.
- Tanggapi pertanyaan dengan cepat agar tidak kehilangan calon penyewa.
5. Tidak Ada Fasilitas Penunjang yang Relevan
Penyewa Zaman Sekarang Cari Kenyamanan, Bukan Sekadar Tempat Tinggal
Calon penyewa, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z, biasanya mencari properti yang mendukung gaya hidup: Wi-Fi kencang, ruang kerja nyaman, dapur bersih, hingga lingkungan yang tenang.
Data Tren
Google Trends menunjukkan pencarian dengan kata kunci โkos eksklusifโ dan โrumah sewa furnishedโ meningkat 30% selama 2 tahun terakhir.
Solusinya
- Tambahkan fasilitas yang sedang dicari, seperti furnitur dasar, Wi-Fi, AC, atau TV.
- Buat deskripsi iklan dengan menonjolkan fitur gaya hidup, bukan sekadar jumlah kamar.
Kesimpulan: Saatnya Ubah Strategi, Biar Properti Kamu Cepat Laku!
Menyewakan properti bukan sekadar menunggu iklan dilirik. Dibutuhkan strategi, presentasi yang menarik, dan pemahaman tren pasar. Jika kamu merasa properti kamu sulit disewa, cek dulu 5 faktor di atas. Mulai dari lokasi, harga, promosi, foto, hingga fasilitas โ semua saling berpengaruh.
Yuk, evaluasi iklan sewa kamu sekarang dan terapkan tips-tips di atas! Semakin cepat kamu beradaptasi, semakin cepat juga properti kamu menghasilkan!
adalah seseorang yang memiliki ketertarikan luas di bidang properti dan investasi real estate. Dengan pengalaman mendalam seputar dunia penyewaan, tren pasar properti, serta pengelolaan aset hunian, penulis berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi para penyewa, pemilik properti, maupun investor. Setiap artikel ditulis berdasarkan riset mendalam dengan tujuan membantu pembaca dalam membuat keputusan yang tepat, mulai dari mencari properti sewa yang ideal, memahami tren pasar terkini, hingga memaksimalkan nilai investasi properti mereka.
